SAHABAT KOKOH, SAHABAT.CO.ID - Rafika Pratiwi (Fika, 29 th), adalah seorang Ibu muda yang berprofesi sebagai psikolog sekaligus Konsultan SDM.

Saat ditemui redaksi sahabat.co.id  di salah satu supermarket di Kota Sidoarjo, Fika sangat welcome. Bahkan Fika, sang ibu muda yang berprofesi sebagai Psikolog sekaligus konsultan sangat terbuka, enak diajak bicara, murah senyum. Mencerminkan seorang psikolog muda dan konsultan sejati.

Saat redaksi sahabat.co.id  ngobrol dengan sahabat Fika, banyak cerita menarik dibalik keseksesan dia membangun perusahaan dibidang Psiologi.  Diantaranya seputar kegigihan dari Fika sang Konsultan muda.  

Fika harus rela mendapatkan pinalti keluar dari pekerjaan karena hamil saat bekerja di sebuah BUMN. Dimana BUMN tersebut mensyaratkan tidak boleh hamil pada saat bekerja.

Keluar dari pekerjaan di sebuah BUMN, tidak membuat Fika patah semangat. Malah justru Fika memulai membangun usaha sendiri dibidang psikologi, sesuai (linier) dengan displin ilmu yang ia geluti saat kuliah di Psikologi Universitas Airlangga.  Fika lebih memilih membangun usaha sendiri ketimbang lompat-lompat menjadi karyawan dari  perusahan satu ke perusahaan lain.

Fika bercerita, dirinya melalui metode ngasong alias mroyek, penghasilannya lebih besar dari saat menjadi pekerja BUMN. Namun baut Fika, pekerjaan bagi Fika bukan sekedar mencari uang, melainkan tanggung jawab moral dengan Tuhan. Menurutnya lapangan pekerjaan itu banyak, dan bisa diciptakan sendiri tanpa harus jadi karyawan.

“Alahamdulillah, ternyata penghasilannya lebih dari gaji saat jadi karyawan di BUMN”, kata Fika.

PT Parama Integra Indonesia, Fika memilih nama usahanya yang bergerak  di bidang psikologi dan konsultan SDM. Kata Parama, Fika ambil dari nama anaknya. Begitu perhatian sang ibu muda ini dengan anak dan keluarga, hingga nama anaknya mengukir nama usahanya.

Satu hal yang di inginkan Fika dan belum kesampean, yaitu mengajar di kampus pinggiran, bantu masyarakat yg kerap mendapatkan penfidikan dengan tenaga pengajar yg apa adanya. 

Saat bekerja, Fika berprinsip, jangan nengecewekan klien walau nilai proyek kecil. Walau resiko sulit mendapatkan angota dalam tim.

Pernah diminta memanipulasi data SDM tetkait rekomendasi diterima kerja, fika menolak. Bagi Fika fakta berdasarkan data itu penting , apalagi terkait penerimaan SDM. Memanipulasi data  soal kapabiltas SDM, bisa beresiko dalam proses kinerja karyawan maupun tingkat produktifitas karyawan. Merekomendasikan SDM yang harusnya tidak direkrut dan malah direkrut, jsutru akan menjadi boomerang bagi perusahaan, menurut Fika.

Fika menjelaskan bahwa Psikotest, itu penting untuk mengetahui karakter atau tipikel calon pekerja. Oleh karena itu sangat vital, kalau dimanipulasi datanya.

menurut Fika berprefesi konsultan, banyak tantangannya.  Ketemu banyak pekerjaan atau proyek yg gampang seharusnya nilainya tidak  tinggi, namun nilai proyeknya dibuat tinggi.

Fika kelahiran jember, 29 tahun lalu tepatnya 31 Desember. Nama lengkap Fika, Rafika Pratiwi. Memiliki orantua yang bekerja sebagai PNS, justru membuat Fika berprinsip gak mau jadi PNS.

Fika lebih menginginkan menjalankan dan mengembangkan perusahaan sendiri, dan tidak berkeinginan jadi karyawan.

Ibu muda ini walau sesibuk apapu,saat anaknya masih bayi tetep menyisakan waktu untuk beri ASI. Fika bertutur,  bahkan sempat order gojek sekedar untuk anter ASI ke anak. Karena saat itu harus mengerjakan proyek dan harus pisah dg anak. Dan tidak jarang kemana pun proyek dikerjakan, Fika selalu bawa anak.

“Jadi ibu, ya harus siap jadi ibu. Keluar kota kerja, anak ya dibawa”,  kata Fika kepada redaksi sahabat.co.id.

Buat redaksi sahabat.co.id, Fika adalah SAHABAT KOKOH, seorang sahabat yang gigih membangun usaha sendiri tanpa meninggalkan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu yang harus memberikan susu ASI untuk bayinya bukan malah memberikan susu formula. (mluq/reds1)