Mahrus Ali

Hari raya Idul Fitri merupakan hari kemenangan sebab, selama satu bulan kita bukan sekedar tidak makan dan minum namun pada intinya adalah menahan hawa nafsu.

Hai raya merupakan bagian kemenangan bukan sekedar terbebasnya sebuah kewajiban tapi pada hakikatnya supaya tetap untuk melanjutkan amal kebaikan dan terus menebar senyuman.

Lebaran bukan hanya adu style baju atau Fashion saja namun mengupdate hati untuk terus  berbuat baik (fastabikul khoirot) untuk mengapai ridha allah swt.

Manusia kembali fitri seperti baru lahir karena moment hari raya untuk saling memaafkan yang sudah berjalan dikehidupan masyarakat ketika hari raya. Sebenarnya kata “maaf” tidak hanya  bertebaran ketika hari raya saja tapi perlu diaktulisasikan pasca Lebaran dan terus kata maaf menjadi ritual kita dalam kehidupan sehari-hari.

Allah Swt maha pengampun (al-ghafur) maka kita sebagai manusia sekaligus hampanya  untuk saling memaafkan bukan seling mengklaim “siapa paling benar” tapi kita sadari sebagai manusia yang tidak pernah luput dari kata salah maka tebarkan kata “maaf”.