Sumenep, SAHABAT.co.id – Hidup berdampingan penuh rasa toleransi menjadi potret masyarakat Indonesia sekian ratus tahun. Perbedaan suku, agama, dan ras tak menghalangi untuk hidup rukun serta bekerjasama. Namun, belakangan sikap toleransi itu semakin memudar.

Karena itu, menghidupkan kembali pemikiran KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara cukup mendesak. Bukan hanya pemikiran, semasa hidupnya Gus Dur telah mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari bersama sejumlah tokoh lintas agama.

Demikian yang mengemuka dalam acara Dialog Lintas Agama bertajuk “Menghadirkan Gus Dur dalam Membangun Spirit Persaatuan Umat Beragama” di Kantor UPT Pendidikan Ganding, Senin (31/7/2017).

Dialog itu digelar dalam rangka Konferancab IPNU-IPPNU Ganding. Hadir sebagai narasumber, diantaranya Fauzan Adzima (Ketua PAC GP Ansor Ganding), Imam Santoso (Konghucu), Muhammad Hilmi (Pesantren Karay), dan Yusuf Eko Basuki (Kristen).

Ketua IPNU Ganding  Zeynollah menjelaskan, dialog Lintas Agama digelar sebagai bentuk komitmen kader NU dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang didirikan para ulama.

"Ketika bangsa ini mulai dijajah dengan paham radikalisme, maka perlu kembali menghidupkan  pemikiran Gus dur," ujarnya saat sambutan di hadapan peserta yang terdiri seluruh OKP di Kecamatan Ganding serta PAC IPNU-IPPNU se Kabupaten Sumenep.

Turut hadir pula Pemerintah Kecamatan, Kapolsek Ganding, serta tokoh lintas agama. Usai dialog dilanjutkan dengan Konfereancab PAC IPNU-IPPNU. (mahrus)