Banjarmasin, SAHABAT.co.id - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mendorong seluruh desa segera memiliki badan usaha milik desa (Bumdes) karena jumlahnya baru 18 ribu desa dari 74 ribu desa di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Sekjen Kemendes PDTT) Anwar Sanusi mengatakan, pihaknya terus mendorong agar hingga 2019 minimal 50 persen dari 74 ribu desa di Indonesia, telah memiliki BUMDes.

Menurut Anwar, upaya tersebut penting dilakukan karena Bumdes merupakan salah satu program strategis yang diharapkan mampu meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa.

"Bumdes memiliki peran yang cukup besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa, bila dikelola secara baik dan benar," katanya di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (9/10/2017).

Anwar mengungkapkan, BUMDes bisa berperan dari hulu hingga hilir, untuk mendorong perekonomian masyarakat desa.

Peran dari hulu misalnya, BUMDes bisa berperan untuk membantu menyalurkan berbagai subisidi pemerintah, mulai dari subisidi pupuk, benih dan lainnya.

Selama ini, keberadaan dan pasokan benih padi maupun tanaman lainnya, selalu menjadi masalah, sehingga BUMDes bisa berperan menyediakan benih.

Sedangkan disektor hilirnya, kata dia, BUMDes bisa jadi pengumpul hasil produksi yang dihasilkan oleh masyarakat desa.

"BUMDes bisa membuka outlet-outlet, kios, dan lainnya, yang bisa menampung produksi desa," katanya.

Bahkan tambah dia, Bumdes juga bisa bermitra dengan perbankan untuk menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) yang kini dikelola oleh perbankan pemerintah dan sebagian perbankan swasta.

BUMDes, tambah dia, juga bisa berperan sebagai pengelola keuangan inklusif seperti usaha simpan pinjam yang bila dikelola dengan baik, bisa meningkatkan pendapatan yang cukup baikk, BUMDes bisa menjadi sarana pembayaran air, listrik dan gas. 

"Bila BUMDesanya besar,akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena BUMDes adalah milik desa dan hasilnya dikembalikan ke desa," katanya.

Kedatangan Anwar ke Banjarmasin dalam rangka pelatihan pengelolaan BUMDes angkatan VII dan VIII di Balai Latihan Masyarakat Banjarmasin yang bakal berlangsung sejak 9-14 Oktober 207.

Jumlah peserta pelatihan sebanyak 85 orang yang berasal dari beberapa desa di Kabupaten Kalsel dan Kalimantan Tengah. (antara)